KONSERVASI
ARSITEKTUR
ASEAN-FILIPINA
(FORT SAN PEDRO)
Fort San Pedro
adalah jenis benteng permanen yang dibangun dengan waktu yang lama. Tidak ada
yang tahu secara pasti tanggal pembangunan benteng ini, namun ada seorang
anggota yesuit bernama Antonio Campioni mengatakan San Pedro dibangun pada
tahun 1630. Informasi tersebut masih belum meyakinkan karena pada gerbang
benteng tertera tahun 1738, hal tersebut masih menjadi bahan perbincangan
sampai saat ini.
Tujuan dari
dibangunnya benteng ini adalah untuk mengantisipasi serangan dari Spanyol yang
datang ke Filipina untuk menjajah. Di masa lalu transportasi melalui laut
sangat penting terutama untuk kota-kota yang berada di tepi laut seperti kota
Cebu. Di dalam pembangunannya warga setempat bekerja sama dengan masyarakat
Spanyol setempat yang sudah menerima agama Katolik.
Di dalam
benteng terdapat beberapa bagian, struktur atau bagian yang terbesar disebut
dengan Cuerpo de Guardia. Bagi para prajurit bagian tebesar ini digunakan
sebagai tempat tinggal. Tidak jauh dari Cuerpo de Guardia terdapat bangunan
lain yang dipakai untuk singgah bagi letnan atau para petinggi perang yakni
Vivende del Teniente. Anda juga bisa melihat sebuah gudang yang pada zaman
dahulu dipakai untuk menyimpan senjata dan amunisi.
Benteng San
Pedro sempat dialihfungsikan untuk sekolah pada tahun 1937 hingga 1941. Hal
tersebut tidak berlangsung lama karena Jepang kemudian datang ke Filipina untuk
menggantikan Amerika. Pada masa penjajahan Jepang, Fort San Pedro dipakai untuk
tempat perlindungan oleh keluarga tentara Jepang.
Karena banyak
melewati sejarah pertempuran maka benteng ini mengalami kerusakan dan hanya
menyisakan 2 menara yang masih memiliki bentuk cukup baik. Untuk mengembalikan
bentuk asli dari Fort San Pedro, pemerintah kota Cebu melakukan upaya perbaikan
dan di lakukan oleh seorang arsitek yang bernama Leonardo Conception.
Sumber :
www.philippines-travel-guide.com
No comments:
Post a Comment