Tuesday, June 9, 2015


KONSERVASI ARSITEKTUR
ASEAN-FILIPINA (FORT SAN PEDRO)


Fort San Pedro adalah jenis benteng permanen yang dibangun dengan waktu yang lama. Tidak ada yang tahu secara pasti tanggal pembangunan benteng ini, namun ada seorang anggota yesuit bernama Antonio Campioni mengatakan San Pedro dibangun pada tahun 1630. Informasi tersebut masih belum meyakinkan karena pada gerbang benteng tertera tahun 1738, hal tersebut masih menjadi bahan perbincangan sampai saat ini.
Tujuan dari dibangunnya benteng ini adalah untuk mengantisipasi serangan dari Spanyol yang datang ke Filipina untuk menjajah. Di masa lalu transportasi melalui laut sangat penting terutama untuk kota-kota yang berada di tepi laut seperti kota Cebu. Di dalam pembangunannya warga setempat bekerja sama dengan masyarakat Spanyol setempat yang sudah menerima agama Katolik.
Di dalam benteng terdapat beberapa bagian, struktur atau bagian yang terbesar disebut dengan Cuerpo de Guardia. Bagi para prajurit bagian tebesar ini digunakan sebagai tempat tinggal. Tidak jauh dari Cuerpo de Guardia terdapat bangunan lain yang dipakai untuk singgah bagi letnan atau para petinggi perang yakni Vivende del Teniente. Anda juga bisa melihat sebuah gudang yang pada zaman dahulu dipakai untuk menyimpan senjata dan amunisi.
Benteng San Pedro sempat dialihfungsikan untuk sekolah pada tahun 1937 hingga 1941. Hal tersebut tidak berlangsung lama karena Jepang kemudian datang ke Filipina untuk menggantikan Amerika. Pada masa penjajahan Jepang, Fort San Pedro dipakai untuk tempat perlindungan oleh keluarga tentara Jepang.
Karena banyak melewati sejarah pertempuran maka benteng ini mengalami kerusakan dan hanya menyisakan 2 menara yang masih memiliki bentuk cukup baik. Untuk mengembalikan bentuk asli dari Fort San Pedro, pemerintah kota Cebu melakukan upaya perbaikan dan di lakukan oleh seorang arsitek yang bernama Leonardo Conception.

Sumber :
www.philippines-travel-guide.com

No comments:

Post a Comment